Tuesday, April 21, 2015

Istirahat Makan Siang yang Tidak Biasa

Hari ini diajak makan siang sama Bu Direktur. Diajak langsung sama beliau. Baik banget ternyata orangnya. Pas makan tuh berkali-kali ditanya pertanyaan yang gak penting. Kayak, "kok ga minum jus?" "makanan kamu mana?" "ayo ini diambil sapo tahunya" Ga penting tapi menurutku tuh penting, karena wow aja seorang direktur mau basa-basi duluan sama staff yang baru kerja 2 bulan :")

Terus abis makan jadi mikir. Ternyata emang bener, padi semakin berisi, semakin merunduk. Salut banget sama orang hebat tapi rendah hati. Makanya, kalo ada orang yang sombongnya ga ketulungan, itu berarti dia belum hebat. Kalo ada orang kayak gitu, teriakin aja. WOOO!

Sama kayak orang kaya. Orang yang beneran kaya, biasanya ga pernah pamer. Kayak Taylor Swift. Ga pernah ngepost di sosial medianya barang-barang yang dia punya, padahal sepatu, tasnya, bajunya harganya pasti berjuta-juta. Makanya kalo liat orang di instagram ngepost bedak chanel yang harganya 'cuma' 400 ribu, langsung kuketawain dalam hati. Bukan karena menurutku itu murah (mahal banget malah), tapi karena bedak itu tuh pasti ga ada apa-apanya dibanding makeupnya Taylor Swift, dan dia aja ga pamer-pamerin.

Ya tapi ada juga sih orang yang hobinya pamer tapi dia beneran kaya...... Hnggg....

Tapi aku pribadi sih, nanti ketika aku udah beneran kaya, dan beli barang-barang mahal, walaupun itu pakai uang sendiri, aku tetep gamau pamer. Prinsip banget. Pokoknya patokannya, Taylor Swift yang jauh jauh jauh jauh jauuuuhhhhhh lebih kaya dari aku, ga pernah pamer. Jadi aku ga boleh pamer juga. (ga salah banget deh emang pilih role model Taylor Swift he he he).



Intinya, jadilah orang yang selalu rendah hati. Karena diatas langit, masih ada langit.

Thursday, January 2, 2014

Tiga Tahun

Post terakhir tanggal 24 Juni 2010, dimana itu berarti sudah 3 tahun lebih aku tidak menulis. Aneh. Selama itu, tapi rasanya baru kemarin aku menulis. Lucunya, post terakhir berisi tentang dia. Disaat aku sudah tidak bersama dia lagi. Lebih lucunya lagi, sambil aku menulis tulisan ini, aku mendengarkan Ours - Taylor Swift, dimana lagu itu mengingatkan aku tentang dia. Anehnya, aku tidak sedih.

Aku suka menulis. Aku suka merangkai kata melalui tangan. Aku lebih leluasa mengungkapkan apa yang aku rasakan dengan tulisan, dibandingkan dengan ucapan. Aku bisa menuliskan kira-kira 3 halaman kenapa aku marah dengannya. Tapi apabila disuruh menjelaskan secara langsung, lima menit berbicara pun terasa sulit.

Tiga tahun bukan berarti aku tidak punya sesuatu untuk diceritakan. Aku punya. Terlalu banyak bahkan. Mungkin karena aku terlalu menikmatinya, aku tak punya waktu untuk membagi disini. Ya, menikmati. Tentu tidak semuanya masa-masa bahagia. Banyak juga tangisan, sakit hati, putus asa, dan kesedihan terjadi kepadaku. Tapi aku menikmatinya. Aku menikmatinya sebagai pelajaran hidup. Terdengar klise. Tapi sungguh, kehidupan memberikan pelajaran terbaik yang tidak akan kamu dapatkan dimana-mana.

Dan aku tidak pernah menyesal dengan apa yang terjadi tiga tahun belakangan. Hal-hal buruk saat itu dikalahkan oleh masa-masa indah yang jumlahnya terlalu banyak. Tidak ada satu kenangan pun yang akan terlupa. Semuanya mempunyai tempat di hatiku, dengan porsi yang berbeda-beda. Dia yang tadinya menempati porsi terbesar, sekarang hanya mempunyai tempat yang sangat kecil di hatiku. Suatu ketika aku kembali ke Jogja, aku pasti akan tersenyum, teringat setiap sudut mempunyai cerita.

Sekarang sudah 2014. Bagiku, ini sudah bukan saatnya bermain-main lagi. Apa yang aku lakukan di 2014, akan menjadikan aku 10 tahun ke depan. Aku mempunyai banyak cita-cita, dan tentunya bukan duduk di depan komputer seharian. Aku harap aku serius menjalankan misi bahwa 2014-ku harus gemilang! 




Bismillah.



Thursday, June 24, 2010

Seperti Bayangan Berkelebat, Cepat Hilangnya Tetapi Membuat Kita Terus Teringat.


"You're livin' your life and suddenly boom, it's over. Just like that, and you never saw it comin" -Danny Messer (CSI: NY)



Rasanya lucu. Mengingat betapa waktu membuat segalanya berubah begitu cepat.

Rasanya baru kemarin aku menangis, di kosan baruku yang baru kutempati dua minggu, gara-gara dia. Rasanya baru kemarin aku berlari ke kamar Anggi, berteriak kencang sekali, dan cerita dengan penuh rasa gembira bahwa aku baru saja mengobrol dengan dia untuk pertama kalinya. Rasanya baru kemarin aku merasakan kaget setengah mati dan hampir menangis di pelukan Wida karena menerima sms dari dia. Merasakan jantung yang berdebar-debar karena dia mengajak pergi berdua untuk pertama kalinya. Merasakan muak dengannya dan berusaha untuk menyangi yang ada dan aku berusaha tetapi merasa tidak ada hasilnya. Memutar lagu Katy Perry berjudul Thinking Of You secara terus menerus dan selalu ingin menangis tiap mendengarnya. Bertelefon dengannya sepanjang tengah malam setelah sekian lama tidak mengobrol. Berteriak dan loncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan permen ketika dia menulis di wall facebookku. Membanting hpku, bercerita penuh emosi di kamar Ria, mengapa dia seperti memberikan harapan. Jalan dengannya secara diam-diam karena pacarnya sangat cemburu denganku. Berantem dengan teman kosanku karena aku lebih memilih ke pantai bersama kakak lucuku dibanding pergi dengan mereka. Tersenyum kecil mendapati dia membalas tweetku dan menjadikan balasan tersebut sebagai favorite. Terbangun dengan perasaan galau disaat aku harusnya senang karena sudah dua bulan bersamanya. Diberikan boneka teddy bear di pagi hari sebagai hadiah ulangtahun. Dicaci maki oleh seseorang begitu kasarnya di BBM untuk pertama kalinya. Rasanya baru kemarin aku merasa aku dengannya hanya sebatas rasa penasaran. Rasanya baru kemarin aku menjadi pengecut, tidak berani berkata langsung, bahkan untuk berbicara di telefon. Rasanya juga baru kemarin aku memutuskan kalau perasaan ternyata tidak bisa dipaksakan..........



Rasanya lucu. Sekaligus aneh. Mengingat betapa waktu membuat segalanya begitu berbeda dari yang kita bayangkan.

Aku masih ingat aku bercerita penuh keyakinan kepada Amay kalau aku tidak mungkin bersama dia karena aku dan dia hanya sahabat. Aku masih ingat Acum berkata kepadaku bahwa tatapan matanya kepadaku berbeda dengan yang lain dan aku tertawa mendengarnya. Dia yang tiba-tiba menjauh. Sikap dia yang kadang baik dan kadang jahat. Mendengarkan lagu Vierra berjudul Jadi Yang Kuingankan hampir setiap hari dan itu mengingatkan aku kepadamu. Mendengarkan curhatnya tentang kegalaun akan nilai yang menurun. Aku masih ingat aku bercerita penuh emosi dengan Ruri bahwa aku merasa digantungi dan aku tidak suka akan hal itu. Aku juga masih ingat aku yang bingung akan perasaanku ke dia. Aku yang rindu dengan dia yang dulu. Aku yang semakin dekat dengannya. Aku masih sangat ingat percakapan dengannya di telefon tanggal 16 Juli 2010 tengah malam dimana menjadi percakapan paling aneh yang pernah aku alami.


Tidak pernah terbayangkan selama kurang lebih 9 bulan aku mempunyai 4 cerita yang berbeda dengan orang yang berbeda pula, aku akhirnya bersama dia. Aku pun tidak bisa membayangkan akan selama apakah aku bersama dia.....





....& aku tidak tahu bagaimana waktu akan membawa cerita kali ini. Aku hanya tahu, aku akan menikmati setiap detik, menit, dan jam bersamanya dalam sedih maupun senang :) ♥♥♥