Saturday, June 3, 2017

Titik terendah.

Sehabis denger kagunya Lorde yang baru, tiba2 kepengen denger albumnya yang Pure Heroine. Dan bam! Saya jadi teringat masa-masa di tempat kerja pertama saya, yaitu Bappenas. Kebisaan saya, kalo lagi suka satu album, saya bisa benar-benar hanya mendengar album tersebut selama kurang lebih tiga minggu, dan biasanya selama tiga bulan ke depan akan lebih prefer lagu2 di album itu.

Lagu2 di Pure Heroine ini mengingatkan banyak hal yang terjadi di tahun 2013-2014, dan entah kenapa kok beberapa liriknya cocok dengan situasi dan kondisi saya pada saat itu.
“And I've never felt more alone. It feels so scary, getting old.” Ribs  Lorde
Gimana sih rasanya punya teman-teman yang sudah seperti keluarga, hidup bareng 4 tahun, sesama anak rantau senang-sedih dilalui bersama, terus tiba-tiba harus pisah. Dan saya harus langsung menjalani ritual Jakarta, yaitu bangun pagi, sarapan, ke kantor, kerja depan komputer, menunggu makan siang, pulang kerja menembus macet, makan malam, tidur, dan repeat. Jakarta yang ramai ternyata tidak mampu menghilangkan rasa sepi dan hambar dalam hidup saya.

Terlebih kerjaan saya saat itu membosankan. Setiap hari yang saya tunggu2 hanyalah makan siang karena makanan di Sunda Kelapa enak bangeeetttt!!! Hahaha. Untungnya saat itu saya sering melakukan perjalanan dinas :p dan bos2 serta teman2 kantor baik-baik banget. Saat itu, status saya hanyalah pegawai kontrak, dan karena bos yang baik banget, saya dengan mudahnya diizinkan untuk mengikuti tes-tes pekerjaan.

Namun mencari pekerjaan itu susah ya. Saya sudah mengikuti berbagai tes tapi gagal semua. Ada kali 7 atau 8 perusahaan. Dari yang gagal di tahap awal, sampai gagal di tahap akhir. Dari yang biasa aja, lama-lama sampai nangis. Kegalauan melanda. Takut kalau saya selamanya ga akan pernah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Takut kalau hidup saya akan begini-begini saja. Takut kalau karir saya tidak sebagus teman-teman saya. Bayangan-bayangan buruk itu namun saya tepis. Saya tetap berjuang. Belajar dari kesalahan dan terus berusaha, sambil mengencangkan doa. Saya yakin Allah siapkan yang terbaik untuk saya.

Saya juga akhirnya memutuskan untuk keluar dari Bappenas di April 2014 untuk fokus belajar IELTS, apply S2, dan juga apply LPDP. Namun demikian saya tetap apply2 pekerjaan. Saya ambil semua peluang yang ada di depan saya.

Nyatanya, perjuangan saya belum membuahkan hasil. Masih belum mendapatkan pekerjaan PLUS saya ditolak LPDP.

Wah pas tau ditolak LPDP, saya nangis berat sih. Rasanya saya sudah mempersiapkan dengan sangat baik, tapi kok masih saja gagal ya :( Saya salah apa ya Allah, begitu batin saya pada saat itu.
“Don't you think that it's boring how people talk.” Tennis Court – Lorde
Saat itu, rasanya males banget ketemu orang-orang, karena pasti yang ditanya adalah, “Kerja dimana sekarang?” Hhhhh.... pertanyaan basa-basi tapi nyebelin.

Sebagai selingan, saya ceritakan juga kehidupan cinta saya. Selain kehidupan karir yang masih belum jelas, kehidupan cinta saya saat itu suram. Pada saat itu, quotes yang cocok pada saya adalah ini:
"Begitulah cinta... Deritanya tiada akhir." - Patkai
Hahahaha! Saat itu saya masih dekat dengan mantan saya. Namun, keadaan memaksa untuk tidak bisa dilanjutkan (hint: perubahan keyakinan... I know right...). Karena tau tidak ada masa depan, saya akhirnya memaksa agar hubungan saya dan dia berakhir. Cukup sedih. Apalagi beberapa bulan kemudian doi deket sama cewek lain! Lahhhh siaul, saya yang mutusin kenapa doi bahagia duluan hahahaha! (Eits tapi ujungnya saya nikah duluan kok :p)
“We're never done with killing time; can I kill it with you? 'Til the veins run red and blue.” 400 Lux – Lorde
Namun tidak lama kemudian, saya bertemu seseorang yang bisa membuat saya lupa akan sakit hati saya (emang dasar anaknya gampang naksir hahahaha). Setelah 3 tahun menghabiskan waktu dengan orang yang sama, bertemu orang baru benar-benar membuat bahagia. Tapiiii hubungan ini hanya berlangsung singkat. Karena yaa.. shit happened lol (sekarang bisa ketawa, dulu padahal galau hahaha).

Namun demikian, karir dan percintaan yang suram tidak membuat saya kehilangan semangat. Saya  terus mencoba dan tidak mau kehilangan harapan.
“And you know we're on each other's team.” Team – Lorde
Untungnya ayah dan ibu saya tidak pernah menunjukkan raut kecewa ketika saya mengatakan saya belum berhasil. Mereka terus menerus mengatakan, “ya tidak apa-apa, coba lagi ya.” Teman-teman terdekat juga tidak pernah henti-hentinya memberikan dukungan dan doa.
“All work and no play. Never made me lose it. All business all day. Keeps me up a level. All work and no play.” Still Sane – Lorde
Setelah beberapa momen ‘jatuh dan bangkit’, setelah usaha yang terus menerus diasah, setelah melakukan afirmasi secara terus menerus ‘2014 harus gemilang’, setelah berbagai doa digaungkan dalam sujud, saya akhirnya berhasil. Hasil tidak mengkhianati usaha.

Agustus 2014. Setelah gagal sekali, saya mendapatkan beasiswa LPDP.
Desember 2014. Setelah gagal sekali, saya diterima sebagai PNS Kementerian Perdagangan.

----

Tahun 2014 bisa dibilang titik terendah saya, namun saya berhasil melaluinya. 

Ini mungkin cliché, tapi, sungguh, gagal itu biasa. Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan, hanya saja waktu dan takarannya berbeda. Kalau orang lain bisa melaluinya, saya juga pasti bisa. Kalau saya bisa, kamu juga pasti bisa.


Dan kegagalan sesungguhnya adalah ketika kamu berhenti mencoba. Hidup itu sebenarnya hanyalah membuat plan A, menjalankan plan A, gagal, membuat plan B, menjalankan plan B, gagal, dan begitu seterusnya sampai kita berhasil mendapatkan plan kita. Bahkan ketika kita akhirnya berhasil mendapatkan plan tersebut, kita akan terus membuat plan baru kan?

Sebagai penutup, saya ingin memberi tahu tips mengatasi kegagalan (berdasarkan pengalaman saya)
  1. Boleh bersedih, tapi tidak lebih dari 3 hari. Dalam 3 hari tersebut bolehlah mengurung diri di kamar, ga ngapa-ngapain, nonton tv series aja, tapi setelah 3 hari… (lanjut tips no.2)
  2. Keluar dari kamar dan pikirkan, kira-kira kenapa gagal, salah dimana, apa yang harus diperbaiki.
  3. Kalau terus menerus gagal di kegiatan yang sama (misal berkali-kali gagal di Abang-None), ada baiknya tanyakan ini: apakah hal tersebut worth to fight? Haruskah dilanjutkan? Apakah itu sesuatu yang principal yang masa depan kamu ditentukan dari situ?
  4. Kalau memang iya, berarti kamu harus: terus berjuang dan memperbaiki diri.
  5. Perbanyak afirmasi bahwa kamu pasti bisa! Have a faith!
  6. Perbanyak sedekah
  7. Senangkan hati orang tua
  8. Jangan membandingkan kehidupan kamu dan teman-teman kamu. Fokus saja ke hidup kamu!
  9. Terakhir, rajin ibadah dan doa. Jangan lupa doa-nya yang detail!
Jadi, kalau gagal, jangan takut ya. Tuhan pasti siapkan yang terbaik untuk kamu. Tapi kamunya juga harus terus memberikan yang terbaik! Do the best, let God do the rest.

Good luck! :)



P.S: walaupun kehidupan karir membaik di tahun 2014, di kehidupan cinta, saya harus menunggu 6 bulan lagi sampai akhirnya bertemu Mas Faiz :D

1 comment:

iluk reskiyana said...

Hi, Kak. I'm in blogwalking dan menemukan blog ini. Thank you for writing this, karena mungkin saya lagi di posisi "titik terendah" gagal kesekian kali dan baca tulisan ini jadi semangat lagi buat belajar lagi. Xo! Ditunggu tulisan barunya kak, keep writing anyway! Salam kenal.